4 Festival Adat yang Jadi Objek Wisata di Bali

Alam yang dimiliki Bali memang indah. Tapi, keunikan seni dan budayanya juga punya andil besar dalam perkembangan objek wisata di Bali sampai sekarang. Maka dari itu, Bali selalu mengadakan festival kesenian dan kebudayaan tahunan maupun yang jadwalnya tidak menentu.

4 Festival yang Mendongkrak Objek Wisata di BaliĀ 

Kesenian dan kebudayaan yang unik dari suatu wilayah memang bisa membuat orang lain selalu ingin kembali. Hal itulah yang terjadi pada Bali. Terlebih, didukung oleh pesona pantai dan pemandangan alam cantik yang Bali miliki. Wah, paket lengkap deh!

Apa saja sih festival yang sering ada di Bali?

  • Pesta Kesenian Bali

Jangan salah, Pesta Kesenian Bali yang dicetuskan oleh Ida Bagus Mantra sudah ada sejak tahun 1979, lo. Saat itu, beliau menjabat sebagai Gubernur Bali yang ke-6.

Tujuan utama dari pesta tahunan ini antara lain mengenalkan, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Bali yang adiluhung. Jadi, para seniman dan masyarakat punya peran yang aktif sehingga meningkatkan rasa kepemilikan.

Sedangkan para wisatawan domestik maupun mancanegara bisa lebih memahami kebudayaan asli Bali.

Pesta kesenian di Pulau Dewata ini seru banget, lo. Kamu bakal menyaksikan penampilan berbagai jenis tarian dan musik. Selain itu, kerajinan tangan dan produk khas lain juga dipamerkan.

Menariknya lagi, Pesta Kesenian Bali punya tema yang berbeda setiap tahunnya. Gak heran deh kalau agenda tahunan ini selalu ramai penonton.

  • Legian Beach FestivalĀ 

Acara tahunan selanjutnya adalah Legian Beach Festival yang jelas diadakan di Pantai Legian Bali. Ada 3 tujuan utama dari salah satu festival terbesar ini, yaitu:

  • Mempromosikan Pantai Legian sebagai tempat wisata favorit
  • Mengenalkan keanekaragaman seni dan budaya khas Legian
  • Mensejahterakan ekonomi warga setempat

Pertunjukan seni dan budaya tentu menjadi sajian utama di Legian Beach Festival. Selain itu, penampilan musik dari grup band lokal, lomba lari dan pameran produk serta layanan lokal juga hadir di agenda tahunan tersebut. Meriah, kan?

Rancangan acara memang sengaja dibuat untuk menunjukan bahwa Bali punya potensi yang kuat dari sisi budaya dan alam.

Pengunjung yang datang melihat Legian Beach Festival bisa menikmati pesona pantai sekaligus mengetahui keunikan budaya di sekitar Legian.

  • Kuta Karnival

Ingatkah dengan tragedi Bom Bali 2002? Setahu setelah tragedi tersebut, Bali mulai berkemas dan kembali membangkitkan pariwisatanya dengan mengadakan Kuta Karnival.

Agenda tahunan yang diadakan di Pantai Kuta ini diawali dengan parade budaya di sepanjang jalan. Rutenya sengaja dibuat melewati tempat-tempat menarik yang ada di sekitar Pantai Kuta. Tujuannya jelas untuk mempromosikan destinasi tersebut.

Peserta yang ikut parade bukan hanya dari Bali, lo, tetapi juga luar daerah bahkan luar negeri karena levelnya sudah internasional.

Jumlah pesertanya bisa lebih dari 2.000 orang. Wah, bisa kebayang betapa ramainya, kan? Gak heran kalau Kuta Karnival sukses menggaet berkali lipat wisatawan domestik dan mancanegara untuk berlibur ke Bali.

Setelah parade selesai, acara akan berlanjut di pinggir Pantai Kuta. Beberapa kegiatan menarik yang bisa dinikmati pengunjung antara lain pameran seni, festival musik, festival layang-layang, pemutaran film, fashion show, festival kuliner Bali, dan bahkan pelepasan anak penyu ke laut.

  • Sanur Village Festival

Usaha untuk semakin meningkatkan pariwisata di Bali juga dilakukan melalui Sanur Village Festival. Terlebih, kawasan Sanur sudah ditetapkan sebagai objek wisata di Bali yang berkelanjutan sehingga festival tahunan penting untuk ajang promosi.

Sama seperti pesta kesenian, Sanur Village Festival juga berganti-ganti tema setiap tahunnya. Sajian yang dipamerkan pun lebih unik dan beragam.

Selain menonjolkan kebudayaan dan kreativitas masyarakat Sanur, festival ini juga peduli akan kelestarian lingkungan. Jadi, antara potensi budaya dan alamnya harus sama-sama dirawat serta dikembangkan dengan seimbang.

Kegiatan yang pernah dilakukan seperti penanaman bibit pohon langka dan mangrove, penanaman terumbu karang, pelepasan anak penyu, pembersihan pantai dan kampanye lingkungan hijau.

Membayangkan saja sudah tertarik, kan? Pasti berkali lipat lebih menyenangkan kalau bisa menyaksikan secara langsung. Maka, wajar kalau festival seni dan budaya yang juga melibatkan pelestarian lingkungan sukses meningkatkan daya saing pariwisata Bali.

Terlebih, Sanur memang menyuguhkan banyak pilihan wisata. Mulai dari bersantai di pantai yang relatif tenang, melihat tempat konservasi hiu, menjajal seawalker dan stand up paddle, menikmati keindahan taman bunga hingga memasak sajian khas Bali.

Susah disangkal bahwa Bali memang punya paket lengkap dari segi keindahan alam dan keunikan budaya otentiknya. Keputusan untuk mengadakan festival budaya tahunan di beberapa objek wisata memang strategi promosi yang keren banget dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi.