Ketahui Jenis Bunga untuk Membantu Hitungan Kalkulator KPR

Ketika memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tersedia simulasi yang bisa digunakan untuk menghitung cicilan yang akan dibayarkan. Simulasi tersebut bermanfaat sebagai kalkulator KPR, sehingga bisa membantu mendapatkan cicilan yang terjangkau dan sesuai kemampuan keuangan. Salah satu pilihan yang perlu diperhatikan adalah dari jenis bunga yang ditawarkan KPR tersebut. Pertimbangan penting ketika memilih KPR adalah dengan menghindari jebakan bunga rendah. Sehingga Anda juga perlu mengetahui jenis bunga KPR yang tersedia agar bisa menghindari hal tersebut. Adapun beberapa jenis bunga KPR yang diberikan oleh bank adalah:

1. Bunga floating

Jenis bunga pertama yang bisa Anda gunakan adalah bunga floating yang merupakan jenis bunga mengambang. Bunga ini biasanya menjadi pilihan ketika akan mengambil KPR di bank yang juga menawarkan keunggulan ketika menggunakan jenis bunga ini. Dimana bunga floating ini mempunyai besaran bunga yang dibayarkan setiap bulannya akan fluktuatif atau berubah. Besaran tersebut ditentukan oleh suku bunga pasar atau juga kebijakan bank yang dipunyai. Suku bunga floating ini sendiri merupakan sistem yang digunakan oleh banyak bank dalam pembelian KPR dengan keunggulan bisa mendapatkan bunga yang tergantung dari suku bunga pasar.

2. Suku bunga fixed

Jenis suku bunga selanjutnya yang mempengaruhi besaran cicilan dan kalkulator KPR adalah suku bunga fixed atau fixed rate. Jenis ini merupakan suku bunga tetap yang akan mempunyai besaran tetap sesuai dengan yang dipunyai atau ditawarkan oleh bank. Seperti misalnya akan memilih KPR dengan fixed 10% dalam waktu 3 tahun, maka untuk besar cicilan yang dibayarkan tidak akan berubah. Oleh karena itulah sampai tenornya berakhir juga akan membuat besaran cicilan yang dibayarkan tetap saja. Untuk keuntungan menggunakan jenis bunga ini adalah akan memudahkan besar pembayaran karena akan tetap. Sehingga bank juga menggunakan suku bunga ini yang dapat menarik pelanggan baru karena tidak perlu repot menghitung besaran cicilan per bulan.

3. Bunga cap

Jenis bunga selanjutnya yang bisa dipilih ketika mengajukan KPR adalah bunga cap. Bunga cap ini mempunyai cara perhitungan yang sama dengan jenis bunga floating. Akan tetapi tentunya jenis bunga ini juga mempunyai perbedaan yaitu bunga floating mempunyai patokan yang tidak ada batasan. Sedangkan untuk bunga cap mempunyai maksimum yang dibayarkan dalam jangka waktu tertentu. Seperti misalnya untuk bunga cap yang dipunyai ketika mengambil KPR adalah bunga cap 10% selama 2 tahun artinya adalah perhitungan akan dihitung dari awal tetapi bisa berubah dan tidak lebih dari 10%.

4. Bunga fix and cap

Jenis terakhir dari bunga yang bisa didapatkan ketika mengambil KPR adalah bunga fix and cap. Gabungan bunga ini merupakan jenis yang juga banyak digunakan oleh bank yaitu mempunyai pilihan bunga fix dan cap dalam produk yang ditawarkan. Jenis bunga ini adalah gabungan dari fixed rate dan bunga cap yang artinya produk KPR akan mendapatkan bunga fix selama beberapa waktu dan selanjutnya adalah dikenakan bunga cap yaitu bunga floating yang besarannya berubah-ubah.

Anda bisa menghitung melalui kalkulator KPR dengan mudah. Selalu perhatikan jenis bunga yang ditawarkan dari bank tempat Anda mengambil KPR untuk mendapatkan pilihan KPR terbaik. Seperti di KPR First dari BCA mempunyai produk KPR dengan bunga fixed dan cap yang bisa membantu untuk angsuran dapat terkendali karena memberikan suku bunga yang relatif terjangkau dan tetap stabil.